SALAM

Salam selamat datang buat yang telah bersedia meluangkan waktu yang sangat berharga untuk melongok blog ini serta terima kasih buat yang bersedia meninggalkan catatan berupa komentar, saran dan pendapat pada kolom yang telah disediakan.


joe
http://www.joeoflife.blogspot.com/

Sabtu, 02 Januari 2010

Backpacker setengah : keberangkatan ke solo city

Ini salah satu dari sedikit detail tulisan lanjutannya Backpacker setengah ke Joglosemar di http://joeoflife.blogspot.com/2009/12/backpacker-setengah-ke-joglosemar.html. Bagian ini bercerita tentang keberangkatan gw dari Jakarta ke Solo.

Jadi gw ceritanya dari jakarta mau liburan akhir tahun dengan kota tujuan pertama adalah kota Oslo eh salah kota Solo. Tadinya sih mau naik pesawat, tapi karena niatannya mau jadi backpacker setengah nanti kalau naik pesawat nggak bisa disebut backpacker lagi dong. Akhirnya diputuskan lah naik Kereta Api (KA) Eksekutif. Pesen 3 hari sebelum keberangkatan dan eng ing eng Kereta Api Eksekutif ke Solo sudah habis, maka sebagai upaya alternatif dicarilah tiket ke Jogjakarta untuk nantinya lanjuk ke Solo dan ternyata dapat juga KA Taksaka.

Berangkat dari Jakarta langsung cabut setelah pulang kerja ke Stasiun ngGambir, nunggu lama di Stasiun tsb. tiba-tiba terdengar bunyi : "teng tong teng ting" (yah kurang lebih begitulah bunyinya).

Kemudian diikuti suara merdu announcer perempuan "Kepada para penumpang Taksaka, dengan ini kami beritahukan bahwa Kereta Api Taksaka tujuan Jogjakarta dengan keberangkatan pukul 20.53 keberangkatannya DITUNDA kurang lebih satu jam lagi, karena ada permasalahan teknis, saat ini kereta Taksaka sedang diperiksa di stasiun Manggarai"
**Gw dalam hati : nih suara announcer emang merdu tapi announcementnya nyesekin gw. Gw khan udah pengen molor di kereta !!!**

Jam 21.50 terdengar kembali bunyi "teng tong teng ting" dilanjutkan suara yang sama dari announcer perempuan tadi "Kepada para penumpang Taksaka, diperkirakan baru akan tiba di Gambir sekitar 10 menit lagi" **Gw dalam hati : duh lama-lama makin sakit kuping gw denger suara si mbak announcer ngasih pengumuman ini**

Jam 22.10 terdengar kembali "teng tong teng ting" kemudian terdengar suara announcer kali ini laki-laki ** mungkin udah lewat jam 9 malam shiftnya ganti, siapa tahu udah beres KA-nya** yang berkata "Pengumuman, kepada para penumpang Taksaka, kereta Taksaka tujuan Jogja akan diberangkatkan 10 menit lagi dari stasiun Manggarai" ** Gw dalam hati : buseett dari tadi 10 menit terus, habis itu baru akan lagi diberangkatkan, kapan pastinya dan nyampenya niy ??**

Singkat cerita kereta baru berangkat sekitar jam setengah sebelas malam.

Begitu di dalam kereta gua langsung molor. Sampai di Jogja telat satu setengah jam dari jadwal. Kalau gitu makan pagi sekalian aja dulu di Stasiun Tugu.

Selesai makan pagi lanjut jalan dari Jogja ke Solo naik KA Diesel Pramex (inget bukan Paramex, kalau itu obat). Pramex merupakan singkatan dari Prambanan Express. Harga tiketnya kalau nggak salah Rp 8.000,-. Naik KA Pramex sampai di Stasiun Balapan, turun naik taksi menuju tempat berteduh. Istirahat dulu sebelum kegiatan utama nanti malam.

Oh ya, hari dimana gw sampai di solo adalah 1 hari sebelum perayaan tahun baru Islam. Biasanya di Solo sebelum tahun baru Islam ada perayaan khusus berupa arak-arakan dari Kraton Solo. Ada dua jenis arakan dalam menyambut tahun baru Islam yaitu pertama arak-arakan benda pusaka yang diarak setelah magrib dan arak-arakan kedua pada pukul 24.00 arak-arakan Kerbau Bule dan abdi dalam Kraton. Gw lebih tertarik nonton arak-arakan yang kedua karena mau nonton kebo bule di arak, meskipun sesuai informasi arak-arakan yang pertama (benda pusaka) juga cukup seru dan ramai.

Hal lain kenapa kota Solo jadi tujuan adalah makanan... yup makanan kota solo selalu ngangeni. Variatif dan terasa nikmat di lidah gw. Pokoknya temanya kalau di solo memah biaklah.

Okeh untuk sementara gw beristirahat dulu karena capek baru sampai Solo. Ntar malem jam 24.00 khan mau nonton arak-arakannya. Nanti cerita seru mengenai arak-arakan setelah gw istirahat.

Tidur dulu yah.


Mengko Enek Sambungane ** yang artinya To be Continued**



Foto berasal dari website: http://infoka.kereta-api.com/galeri/index_galeri.php?profil_name=Taksaka&main_img=/galeri/Taksaka/Taksaka_eksterior2.jpg&note_main=h

Jumat, 01 Januari 2010

Resolusi & kontemplasi di tahun baru


5, 4, 3, 2, 1..... Selamat tahun baru para pembaca dan blogger.

Tahun baruan pada kemana niy ? pasti ada yang party, jalan di kemacetan kota, teriup terompet dsbnya.

Nah Joe, loe sendiri kemana ? Gw.... Hmmm tidurlah.. capek soalnya habis jadi backpacker setengah.
Setelah sampai rumah akhirya ngebales dendam deh dengan istirahat ditempat tidur. Tapi tenang aja, dalam tidur gw kebetulan mimpinya tentang tahun baru, jadi hitung-hitung tetap ngerayain tahun baru meski dalam mimpi. Oh ya dalam mimpi itu, gw ceritanya ditanya sama temen gw "Joe apa resolusi buat tahun baru ?"

Entah dari mana kata "Resolusi" itu lekat dengan tahun baru. Gw sendiri kurang familiar dengan resolusi di tahun baru. Kalaupun ada kata yang mirip soundingnya dengan kata resolusi yang gw kenal adalah terkait dengan istilah teknis mengenai ketajaman / kejelasan suatu gambar dalam bentuk elektronik. Lebih jauh gw lebih mengetahui dan menyukai kata resoles yang sounds lebih yummy dibanding dengan resolusi di tahun baru ** maap kalau jaka sembung naik ojeg, tapi ini emang kenyataan sejujurnya**

So jadi kalau mau dicari arti bebas sebebasnya menurut gw terkait resolusi di tahun baru itu adalah bicara mengenai target di tahun yang baru. Berdasarkan pengalaman. bila bicara target sebetulnya nggak usah dikaitkan dengan perayaan tahun baru segala, karena secara otomatis gw sebagai pekerja secara rutin tiap ganti tahun baru dikasih target yang juga baru. Target di tempat kerja itu istilahnya "Key Performance Indicator" atau disingkat KPI, istilah yang jauh lebih keren dari pada "Resolusi".

Karena sudah otomatis dipaksa punya Resolusi ditempat kerja, maka sebetulnya tidak harus di tahun baru ini membuat resolusi. Bagi gw pribadi, menghadapai tahun baru lebih memilih untuk kontemplasi atau rekleksi, yang bisa dilakukan dimana saja, even dibawa ke alam mimpi sekalipun.

Untuk tahun ini sekalian menjalani libur akhir tahun sengaja kontemplasi pribadi cari tempat yang sedikit agak sepi. Pilihan dijatuhkan kepada tujuan Kerep Ambarawa. Tempat yang nyaman, tenang buat melakukan kontemplasi.

Setelah kontemplasi terus apa dong ? nah itu terserah pribadi masing-masing.

**Oh ya buat yang nggak ngerti istilah kontemplasi gw cuma bilang cari kamus besar bahasa Indonesia dan lihat disitu artinya, soalnya kalau gw jelasin disini nanti takutnya dianggap tulisan ini adalah mata pelajaran bahasa Indonesia**

Tapi kayaknya boleh juga tahun ini (2010) agar dapat tampil beda, gw coba buat resolusi, sederhana aja kali yah... hmmm apa yah :
  • Resolusi pertama, gw pingin ganti foto profile blog ini.
  • Resolusi kedua, gw pingin berusaha untuk nge-delete-in file sms yang jumlah totalnya nyaris 8.000-an serta foto-foto yang udah nggak diperlukan dari HP gw, cause sekarang HP gw sering ngehang nggak jelas dan kalau start-up bisa 10 menitan karena memorynya hampir habis.
  • Resolusi ketiga, gw pingi update-an blog ini bisa lebih banyak dari tahun lalu. Moga-moga bisa.
  • Resolusi keempat, gw pingin **********censored*******
  • Resolusi kelima, gw pingin ********censored*******
  • Resolusi keenam, gwpingin ********censored*******
  • Resolusi ketujuh, gwpingin ********censored*******
  • Resolusi kedelapan, lho kok jadi banyak, perasaan tadi katanya sederhana dan nadanya gw khan nggak gitu care sama resolusi ? stop ! stop ! stop ! deh kalau gitu.

Note : maap untuk resolusi yang disensor diucapkan di dalam hati saja, biar gw dan Tuhan aja yang tahu **cara ngeles kalau gagal biar nggak malu **

Nah sekarang kita laksanakan resolusi yang pertama dulu, udah pada liat khan profile picture di blog ini diganti. Lumayan satu resolusi tercapai sudah.

At the end and btw, para pembaca dan blogger sudah berkontemplasi dan sudah buat resolusi belum ??



Foto diambil dari web free picture download di : http://www.bigfoto.com/sites/galery/fireworks/firework-night-8x.jpg

Kamis, 31 Desember 2009

Backpacker setengah ke Joglosemar


Liburan akhir tahun 2009 kali ini iseng-iseng jadi backpacker setengah. Tujuannya adalah wilayah joglosemar. Buat yang nggak tahu apa itu joglosemar, monggo cari di Prof. Google yah. Kenapa dipilih joglosemar sebagai tempat utama adalah karena di wilayah ini sebetulnya banyak yang bisa dieksplorasi baik makanan, tempat bersejarah, tempat wisata, tempat ziarah. Bahkan kayaknya masih merasa belum semua tempat bisa dilihat sampai puas.

Btw, pasti bingung khan dengan judul istilah backpacker setengah.
Ini karena dalam perjalanan liburan pakai tas backpack besar (biasa buat naik gunung katanya) yang bisa setinggi kepala sampai pinggang, cuma sejatinya backpacker katanya harus ada rasa nggak nikmat (kalau nggak mau dibilang sengsara) dalam melakoni perjalanan, yaitu antara lain:
  1. naik kendaraan atau angkutan yang murah (kalau nggak mau dibilang kelas ekonomi atau kluthuk class) dan
  2. penginapan juga murah yang artinya selain harga murah tanpa AC (Air Conditioner) tapi cukup pakai ac (angin celah) dan juga nggak boleh tuh ada hot water buat mandi.

Oh yah ketika sedang melakoni liburan dengan style backpacker (setengah) ada seorang teman yang tahu kalau gua lagi backpackeran dan sms begini : "joe, loe itu khan pejabat, masa seh liburan kok backpackeran. Pejabat nggak pantes lagi".

Emang sih temen yang sms ini ada benarnya, karena jelek-jelek begini gw khan pejabat RT, tapi khan cuma pejabat RT, nggak pengaruh apa2x. Lagian pula, temen yang sms itu sebetulnya setengah kecele kalau tahu fakta dan cerita yang terjadi, yah itu tadi karena sebetulnya cuma backpacker setengah.

Fakta dan ceritanya yang terjadi mengenai backpacker setengah adalah sebagai berikut sodara-sodara:

  1. Sejak berangkat dari jakarta naiknya Kereta Api kelas eksekutif Taksaka, begitu pula dengan kepulangan kembali ke Jakarta tetep naik Kereta Api kelas eksekutif Argodwipangga. Angkutan kelas ekonomi yang gw naikin adalah saat dari Solo ke Semarang yaitu Kereta Api (KA) Pandanwangi (yang pasti kalau mau coba jangan harapkan bertemu dengan wangi (bau) pandan yah... jauh bo). Tiket KA Pandanwangi murah meriah cuma Rp 13.000,-. Sesuai jadwal KA Pandanwangi sekitar 2 jam 30 menitan lah. Namun sesuai kata pepatah ada harga ada rupa, yang terjadi KA Pandanwangi baru sampai semarang sekitar 4 jam. Gimana nggak wong tiap ada bangunan yang namanya stasiun KA Pandanwangi pasti berhenti. Karena kapok tidak on schedule, maka pulang ke solo diputuskan tidak lagi naik KA naik travel Cipaganti yang baru buka rute baru di Joglosemar dengan harga tiket Rp 40.000,-. Kendaraan umum kelas ekonomi lainnya yang digunakan adalah bus umum jurusan Semarang ke Ambarawa yang cuma Rp 6.000,-
  2. Nah sekarang cerita penginapan. Selama menjalani ritual perjalanan backpacker di joglosemar penginapannya yang digunakan adalah rumah keluarga sodara dan penginapan yang ada AC-nya. Di rumah sodara selain pakai AC juga bisa mandi pakai air anget, ada dispenser ada kulkas. Waduh, bener-bener bukan backpackerlah untuk penginapan.

Untuk sementara itu dulu prolognya, dan cerita lanjutannya secara detail akan dilanjutkan nanti. Sekalian alasan biar ada bahan buat update isi blog ini. So tunggu saja cerita selanjutnya.



Source photo of central java map taken from http://www.indonesia-tourism.com/central-java/map/index.html


Sabtu, 19 September 2009

1000 Hari


Yang namanya orang jawir, pasti banyak sekali tradisi-tradisi yang musti dijalani.
Tradisi-tradisi itu secara filosofis menggambarkan seluruh proses kehidupan manusia sejak akan dilahirkan sampai dengan nanti dipanggil Sang Gusti Allah. Masing-masing tradisi itu punya mesej atau pesan moralnya sendiri-sendiri.

Begitu banyaknya tradisi yang harus dilalui sampai gw, sebagai orang jawir, kadang nggak tahu semuanya. Coba yang gw tahu aja dari jabang bayi yang akan dilahirkan udah ada namanya tradisi 7 bulanan, nanti bayinya lahir ada tradisi buang ari-arinya dan juga nyukur rambut bayi, ntar beranjak dewasa ada khitanan, terus kawinan, ngelahirin anak, kematian (lelayu) dstnya.

Khusus dalam kematian, tradisi jawir cukup banyak yaitu 3 harian, 7 harian, 40 harian dan 1000 harian. Masing-masing kegiatan tersebut tentunya punya pesan atau tujuan sendiri-sendiri.

Beberapa waktu yll, keluarga kami mengadakan kegiatan mengenang 1000 hari meninggalnya ayah kami tercinta. Kegiatan berjalan lancar dan sukses, banyak yang hadir, memberikan perhatian dalam segala bentuk dan doa diluar ekspektasi kami. Cuaca juga begitu mendukung kami. Terima kasih kepada Tuhan dan buat yang telah hadir, memberikan perhatian dan doa.

Kegiatan 1000 harian ini bukan diartikan bahwa setelah itu karena tidak ada acara tradisi lagi maka yang meninggal akan dilupakan. Sama sekali bukan. Pesan dari kegiatan 1000 harian ini adalah agar kami yang ditinggalkan merelakan kepergiannya dan tidak boleh bersedih. Life must go on begitu kata pepatah. Setelah 1000 hari ini yang ditinggalkan diharapkan untuk terus mendoakan dengan suka cita, karena yang meninggal telah memiliki kehidupan lain yang jauh lebih abadi.

1000 hari bukan waktu yang sebentar... tapi ternyata berjalan sangat cepat tanpa terasa.
1000 hari bukan untuk melupakan
1000 hari bukan untuk bersedih lagi
1000 hari terlewati dan kami akan terus berdoa untukmu
1000 hari adalah untuk mengenang segala kebaikanmu
1000 hari adalah untuk menjalankan segala didikan dan ajaranmu
1000 hari adalah jalan keabadianmu

Selamat jalan, kami percaya engkau akan melihat dan menjaga kami dari surga.




= = = = = = in memoriam my father= = = = = =



Gambar diambil dari http://commons.wikimedia.org/

Jumat, 31 Juli 2009

Gratis tapi........

Seperti biasa, kalau gw pulang rumah, setelah masukin mobil ke garasi gw ngecek mailbox ** sok english mode on ** yang ada di depan rumah.

Biasanya incoming mail ** dua kali pakai istilah english ** yang ada di mailbox tuh isinya yah itu-itu aja, yaitu :
- Surat Tagihan Listrik
- Surat Tagihan Air
- Surat Tagihan Telpon
- Surat Tagihan Kartu Kredit
- Surat Tagihan utang-utang lainnya.
**padahal gw berharap tiap kali ngecek mailbox ada surat cinta dari seluruh Indonesia dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Papua dsbnya, kayak gw artist aja**

Seperti biasanya lagi, surat yang masuk tersebut di atas amplopnya pasti ada logo operatornya. Nah seminggu yang lalu gw dapat surat yang nggak ada logo disampulnya, wah jangan2x ekspektasi gw bener gw dapat surat cinta. Setelah masuk kamar, gw buka dan bacalah tuh surat, isinya kurang lebih :

"Selamat Buat Bpk. Joe, anda mendapat Grandprize istimewa dari kami. Silahkan anda hubungi kami atau datang ke kantor kali di alamat XYZ dengan membawa undangan ini. Kami tunggu sampai tanggal ....."

Wahhhhh langsung tuh surat tak sobek-sobek ** dengan gaya tukul** ... wong ekspektasi gw bukan surat yang isinya memperdaya semacam ini kok....

Udah lupa gw sama surat resek itu, tiba-tiba pagi-pagi hari ini gw lagi enak2x tidur-tidur ayam di bangunin sama my family karena ada telpon nyari gw... cewek tuh yang telpon....

Dengan semangat gw langsung samber tuh telpon... :

Joe : Yak halooowwwww......
Cw : Selamat pagi pak, bener ini Pak Joe.
Joe : (gelagapan)... selamat pagi juga Bu... bener saya Joe... dengan siapa saya bicara ?
Cw : Perkenalkan Pak, saya Susimileketehe dari perusahan XYZ, saya ingin memberitahukan bahwa pak Joe sudah terpilih memenangkan hadiah Grandprize dari perusahaan kami. Silahkan pak Joe datang ke kantor kami dengan membawa KTP.
Joe : emang kalau boleh tahu saya dapat hadiah apa bu Susimileketehe ?
Cw : Oh pak Joe dapat Rice Cooker dan kompor.......
Joe : Yah sudah kirim saja ke alamat saya dipaketin.... nanti biayanya saya ganti ditempat saya.
Cw : maap pak Joe... Bapak harus ambil sendiri.
Joe : Jadi hanya bawa KTP aja sudah bisa ambil bawa tuh hadiah.. Gratis mbak ?
Cw : Iya pak, dan kami minta Bapak juga membeli salah satu produk kami.
Joe : Lah kalau gitu mah nggak grandprize dan nggak gratis dong....
Cw : Lho Pak grandprizenya tetep gratis, bapak khan beli peralatan kami terus dapat grandprizenya. Jadi Grandprizenya gratis khan Pak ?
Joe : ohhhh (manggut2x sambil berpikir gw yang bego yah ?)
Cw : Jadi gimana pak ?
Joe : yah sudah deh nanti saya pikir-pikir dulu... saya bisa minta nomor Hp mbak Susimileketehe ? nanti akan saya hubungi..
Cw : ini pak nomor saya 99999999999
Joe : oh yah saya catat... btw, Mbak tahu saya siapa ?
Cw : Pak Joe khan ?
Joe : bukan saya polisi...
Cw : klek...tut... tut...tut... tut... tut

Cw = Cewek

Selesai terima telpon yang nggak jelas gw nonton tivi... kebetulan lagi iklan tentang sekolah gratis dari salah satu instansi dan di bagian akhir iklan munculah pimpinan instansi tersebut. Sambil nunggu deretan iklan itu gw baca koran Pos Kota beberapa waktu lalu, isinya salah satunya mengenai keluhan ortu calon siswa sekolah non swasta yang mempertanyakan program sekolah gratis, buku gratis yang bisa didownload di Internet dan Program BOS, namun faktanya ketika masuk masih dibebankan buku yang harus dibeli di sekolah, LKS dsbnya yang bisa mencapai minimal Rp 500.000,-.

Dan gw juga jadi inget ketika jaman gw sekolah dan kuliah dulu. Ada yang namanya Sumbangan Wajib dan Sumbangan Sukarela di awal masuk. Gw sekarang juga jadi merasa bego dalam menggunakan bahasa Indonesia karena sepanjang gw tahu yang namanya sumbangan kok wajib (kesannya jadi nggak ada unsur keiklasannya ketika menyumbang... ada unsur keterpaksaan)

Kalau gini caranya gw mau usul aja supaya bahasa Indonesia dihapus dari SD sampai SMA.. karena gw sampai sekarang aja kata sederhana seperti gratis dan sumbangan aja nggak mudeng ....... atau memang sebetulnya kata "gratis" atau "sumbangan" sesuai dengan perjalanan waktu sudah berubah makna sehingga tidak dapat berdiri sendiri menjadi "gratis tapi", "sumbangan wajib" dan "sumbangan sukarela". Atau harusnya iklan sekolah gratis dikasih tanda *, dan ditulis dengan huruf kecil "syarat dan ketentuan berlaku"

Bingung khan ?????



Sabtu, 18 Juli 2009

Jagalah Besimu !!!


Sebelum gw nulis dengan tema kali ini, gw mau permios dulu sama AA Gym untuk sedikit mengubah penggalan syair lagu Jagalah Hatimu. Syairnya jadi gw ubah seperti ini :

Jagalah besimu, jangan kau hilangkan
Jagalah besimu, untuk keamananmu.

** Joe, loe kok jadi pencipta lagu dadakan ngancurin lagu orang **

Kenapa syairnya di ganti jadi ada besi-nya ?
Iya soalnya gw prihatin betapa di Indonesia ada orang-orang tertentu yang nggak bisa lihat besi nganggur.

Waktu pertama gw baca berita di Koran mengenai pembukaan jembatan Surabaya Madura (Suramadu), gw kasih prediksi ke kolega-kolega gw di kantor kalau pasti akan ada besi yang hilang. Dan ternyata benar saja... 2 hari begitu jembatan Suramadu di buka terjadilah apa yang gw prediksi. Mur dan baut di jembatan itu banyak yang hilang. Terakhir berita yang gw baca besi-besi yang terletak dibawah jembatan Suramadu berhasil ditemukan di tempat penjual besi bekas, meskipun jelas-jelas besi-besi tersebut masih baru belum terlihat tanda-tanda karatan.

Kenapa waktu itu gw bisa prediksi bahwa besi di jembatan Suramadu bakal hilang dengan cepat?
Ini bukan karena gw dukun atau punya ilmu klenik. Banyak fakta sebelumnya yang gw ketahui bahwa ada orang-orang tertentu di Indonesia yang "gatel tangannya" kalau lihat benda yang namanya besi.

Fakta 1 :
10 Tahun yang lalu keluarga gw punya pengalaman, ketika punya rumah yang tidak ditinggali lebih dari 3 bulan, ketika ditengokin seluruh lis jendela nako, pompa tangan gagang pintu, bahkan kabel diatas plafond rumah nggak disisain sama sekali !!!!!
** Coba bayangkan kejadian besi hilang semacam itu sudah ada 10 tahun yang lalu **

Fakta 2 :
Gw baca berita yang sedikit membuat kaget di salah satu harian ibu kota, yang pada intinya memberitakan adanya halte bus di pinggir jalan yang cukup strategis yang hilang dalam waktu semalem saja !!!
Kalau nggak percaya baca aja beritanya di :
http://www.surya.co.id/2009/05/30/halte-bus-digotong-maling.html
**padahal yang namanya Jakarta itu 24 jam nggak pernah tidur lho. David Cooperfield juga kalah kali .....**



Hebatnya lagi nih, kayaknya emang nggak kapok para maling besi itu. Makanya menurut gw para maling besi itu hendaknya dihukum seberat-beratnya, kalau perlu pakai Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), karena mereka sudah berani ngembat asset milik negara untuk memperkaya diri sendiri.

Buat para pembaca setia blog ini, saya sarankan agar anda sekalian menjaga besi masing-masing. Bukan apa-apa, selain fakta-fakta di atas, ternyata kemarin ada besi di rumah saya yang hilang. Besi yang hilang adalah Gembok Besi.

Jadi biasanya gembok besi itu biasanya tercantel **boso opo meneh kuwi** di pintu pagar depan rumah dalam keadaan tidak terkunci. Nah pada suatu malam, ketika mau ngunci pagar... lho kok gembok besinya nggak ada. Ditanya seluruh penghuni rumah, tidak ada yang tahu. Pencarian dilakukan dengan melibatkan seluruh penghuni rumah hampir selama seminggu, juga tidak ketemu. Akhirnya pencarian dihentikan. ** Kok kayak nyari orang hilang aja prosedurnya yah **

Seingat seluruh penghuni rumah, kunci itu siang sebelum hilang masih nyantel. Jadi, kesimpulannya ada yang ngembat kunci gembok. Kebangetannnn !!!! padahal rumah ini ada penghuninya. Emang sih gembok itu kalau di kiloin lumayan berat dapat setengah sampai satu kilogram, tapi tetap aja kebangetan kok bisa-bisanya menimpa besiku.

Akhirnya, setelah beli gembok baru, maka ada perlakuan baru yaitu setiap kali gembok baru tersebut tidak digunakan gembok tersebut dibawa masuk ke rumah.

So, ingatlah agar :
Jagalah besimu, jangan kau hilangkan
Jagalah besimu, untuk keamananmu.
**sambil dinyanyiin dengan gaya AA Gym**


Sabtu, 27 Juni 2009

Rebutan Pasien !!!


Koran yang gw baca pertama kali tiap pagi adalah koran "Kompas". Nih koran emang bacaan kudu en wajib sejak gw SD kali yah... **bukan iklan nih tapi emang faktanya seperti itu**.

Dari informasi yang jumlahnya bejibun gw perhatiin hampir beberapa lama ini (mungkin sejak tahun 2008), koran "Kompas" sering banget menampilkan informasi kesehatan / kedokteran, baik dalam bentuk tulisan atau iklan (ini di luar kasus Prita Mulyasari lho).

Beberapa tulisan / artikel di Kompas sempat membuat gw terhenyak memahami mengenai dunia kesehatan / kedokteran kita. Artikel tersebut adalah :
  1. Rumah yang sakit ( http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/14/04334666/rumah.yang.sakit ); dan
  2. Malu aku jadi dokter Indonesia ( http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/25/0326331/malu.aku.jadi.dokter.indonesia )
  3. Orang Miskin dilarang Sakit ( http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/26/11571084/Orang.Miskin.Dilarang.Sakit )

Kenapa sampai gw bisa terhenyak setelah baca tulisan di Kompas itu, karena gw sebetulnya mendapat pengalaman yang justru sangat berbeda dan bertolak belakang dari apa yang gw baca dari artikel kompas. Pengalaman gw yaitu sebagai berikut :
  1. Pengalaman ketika almarhum Daddy **duh gaya manggilnya** sakit dan operasi besar, gw sekeluarga merasa pelayanan Rumah Sakitnya, khususnya dokternya, sangat baik. Bahkan ada dokter ahli senior yang bersedia memberitahukan nomor HPnya pasca melakukan operasi dan bersedia dihubungi keluarga selama 24 jam selama pemulihan di RS **itu baru sebagian kecil cerita**
  2. Pengalaman kedua, adalah pengalaman gw sendiri datang ke dokter untuk minta pengantar check-up dan dokter tersebut nggak mau dibayar (padahal gw nggak kenal nih dokter). ** pengalaman ini udah pernah gw muat di http://wahjoejkt.blog.friendster.com/2008/11/uncommercial-doctor/ **


Sekarang ini era globalisasi, dimana dunia "tidak lagi memiliki batasan", untuk segala urusan termasuk yang namanya layanan kesehatan. Hal ini kelihatan dari seringnya orang Indonesia berobat ke Singapura dan Malaysia. Padahal katanya harga layanan kesehatan di sana terbilang nggak murah. Gw juga punya informasi bahwa saat ini layanan kesehatan di Thailand juga jadi salah satu tujuan karena harga berobat di Thailand cenderung sama atau bahkan sedikit lebih murah di Indonesia **artinya cuma butuh nambah biaya ekstra untuk airplane dan akomodasi buat yang nungguin doang**. Terakhir ini gw sering banget (hampir tiap hari malah) rumah sakit di RRC mengiklankan diri untuk pengobatan kanker, jantung, gagal ginjal dan sebagainya ** coba baca di kompas bagian Klasika (Klasifikasi Iklan)**. Cuma sayangnya nggak terinformasi biaya berobat di RRC tersebut. Selain itu, gw juga memprediksi, nggak akan lama lagi India bakal jadi salah satu tempat layanan kesehatan dan nggak tertutup kemungkinan bakal tiap hari pasang iklan di koran juga.

Akibatnya, nggak heran kalau akhirnya layanan kesehatan dan dokter di Indonesia harus versus layanan kesehatan dan dokter di Luar Negeri harus saling berebut pasien.

Yang jadi masalah buat gw, ternyata rebutan pasien ini bukan hanya disebabkan serbuan pihak asing. Rebutan pasien ini juga terjadi di antara para dokter di Indonesia. Pengalaman my mother membuktikan itu. Jadi ceritanya my mother harus kontrol ke dokter ahli tulang karena ada permasalahan dengan dengkul sendinya. Dokter ahli tulang sudah menyarankan agar rajin kontrol ke tempat praktiknya (di salah satu RS rujukan pemerintah karena pakai Askes) .
Nah karena my mother ikut program askes, tentunya harus sering memperpanjang rujujan (rekomendasi) dari puskesmas yang umurnya cuma 2-3 bulan. Dan terjadilah peristiwa yang membuat gw yang denger pengalaman dari my mother ketika minta rujukan. Begini kurang lebih ilustrasinya:

MM : Selamat pagi dok
Odr : Selamat pagi bu
MM : begini dok, rujukan saya habis padahal saya diminta dokter tulang untuk kembali kontrol kalau obat tulangnya sudah habis, saya minta rujukan untuk ke dokter tulang di RS XYZ dok..
Odr : emang sakit apa bu ?
MM : ini dok, dengkul sendi saya sakit kalau buat jalan.
Odr : dulu udah ke dokter tulang dikasih resep obat apa ?
MM : wah nggak tahu dok....
Odr : saya nggak bisa kasih rujukan bu... ibu berobat aja di sini dulu... kalau cuma begitu saya juga bisa ngobatin kok.. kalau ibu bawa copy resepnya atau inget obatnya juga nggak apa2x... nanti biar saya salinkan aja....
MM ; wah mana saya tahu dok, wong saya bukan dokter dan sudah sepuh... lupa dok...
Odr : yah sudah saya kasih rujukan, tapi besok lagi kalau obatnya habis aja sih nggak usah minta rujukan bu...

Catatan : MM = My Mother; Odr : Oknum dokter (di salah satu puskesmas)


Busyet, gw denger cerita nyokap gw rasanya pingin nuntut pidana dan perdata tuh dokter **jiwa lawyernya keluar deh**.

Bukan apa2x, wong udah jelas dokter tulangnya bilang suruh kembali untuk kontrol, eh kok malah dipersulit. Terus maksudnya apa disuruh bawa copy resep dan tinggal nyalin obatnya ?? atau dikira MM berbohong demi minta rujukan ?? bener2x tuh kelakuan Begini lah kalau dokter punya jiwa birokrat... segala sesuatu yang mudah jadi dipersulit deh.. Harusnya khan tuh dokter tahu, bahwa MM udah sepuh yang artinya bahkan harus memperoleh layanan khusus di tempat yang namanya klinik Geriatri **which is nggak semua RS besar punya **... eh ini malah dipersulit untuk minta rujukan !!!

Entahlah gw harus ngenes atau bangga nih kalau pasien jadi rebutan dan itu menimpa keluarga yang sangat gw cintai ??

Semoga teman2x dan sahabat gw yang punya profesi dokter tidak meniru mentalitas oknum dokter birokrat tersebut dan semoga dapat memberi layanan kepada masyarakat dengan baik, sehingga dapat bersaing dengan cara yang sehat di era globalisasi ini. Dan ingat selalu sumpah dokter. Selamat berkarya.




Gambar ilustrasi diambil dari clip art Microsoft Power Point