SALAM

Salam selamat datang buat yang telah bersedia meluangkan waktu yang sangat berharga untuk melongok blog ini serta terima kasih buat yang bersedia meninggalkan catatan berupa komentar, saran dan pendapat pada kolom yang telah disediakan.


joe
http://www.joeoflife.blogspot.com/

Minggu, 16 Mei 2010

di-break-in sampai dengan mati saat coffee break


Mungkin buat sebagian orang yang suka cuap-cuap performance didepan suatu audience akan bilang bahwa kegiatan cuap-cuap performance itu yang ditemui adalah pengalaman fun. Pada beberapa kasus emang benar, tapi dalam beberapa kasus lain yang terjadi mungkin adalah pengalaman yang menyedihkan dan bahkan mengerikan.

Dan kedua pengalaman itu (yang menyenangkan atau sebaliknya) pernah terjadi sama gw ketika lagi bercuap-cuap performance.

Pengalaman yang menyenangkan sih banyak, tapi yang berkesan yang terjadi baru-baru ini. Ceritanya gw cuap-cuap performance ketika waktu-waktu rawan. Kenapa gw bilang rawan, karena gw kebagian kelas weekend dan di jam setelah makan siang. Ini waktu rawan karena pada saat weekend orang pikirannya ada ditempat lain. Sementara itu pada saat jam makan siang adalah saat rawan karena orang kekenyangan ditambah kena angin AC yang sepoi2x makin mendukung untuk tidur. Nah supaya pada nggak kebawa tidur biasanya kegiatan dibuat interaktif, salah satunya dengan cara berkenalan satu persatu dengan para audience.

Ternyata salah satu audience hari itu, ternyata ada yang jadi maskot dalam arti sangat popular. Namanya sebut saja "L". Dia berjenis kelamin perempuan ** ehm.. ehm**. Yang membuat dia popular adalah selain terkenal cerdas (dia kata rekan-rekannya yang lain salah satu lulusan terbaik dari suatu jurusan dari suatu universitas ternama di Indonesia) ternyata jago nyanyi. Dan setelah selidik punya selidik, ternyata "L" juga anak Band. Wooowww.

Kemudian ketika penutupan cuap-cuap performance yang gw bawain, dia didaulat nyanyi sama temen-temenya. Pertama sih nolak. Tapi gw bilang, "L" gantian dong kasih hiburan buat gw sama temen2xnya. Dia maju dan sempat ngajak nyannyi bareng. **dalam hati : waduh jangan deh ntar gw makin repot bagi waktu kalau makin banyak permintaan manggung**.

Akhirnya dengan sedikit bujuk rayu, dia bersedia menyanyi dihadapan gw dan audience yang lain. En' ternyata emang suaranya bagus. Gw sampai bilang seharusnya dia ikut kontes-kontesan yang lagi top. But tapi itu membuat berkesan, karena ini pertama kali terjadi ketika waktu gw perform eh ada yang memberikan performance penutup.

Itu pengalaman yang menyenangkan. Pengalaman yang mungkin termasuk menyedihkan juga terjadi nggak lama sebelumnya. Kali ini gw cuap-cuap performance dikala pagi hari. Ini jam menyenangkan karena semua orang pasti bersemangat di pagi hari.

Seperti biasa gw cuap-cuap menjelaskan berbagai hal. Kali ini kelompok audiencenya kebetulan lebih banyak kaum hawanya. Sementara kaum adamnya cuma 30% saja. Tentu saja kalau cuap-cuap performance nggak mungkin dong sampai 4 album semua lagu dikeluarin secara nonstop. Bisa pingsan nanti performernya. Nah biasanya disela-sela ketika kurang lebih 2 album berjalan ada jeda yang namanya coffee break.

Pada saat coffee break ini gw biasanya nyusul agak telat dibanding audience sekitar 5 menit. Tujuannya untuk mempersiapkan album berikutnya yang kudu gw tampilan.

Nah ketika, gw keluar coffee break, biasanya gw join sama mereka untuk ngobrol-ngobrol. Namun yang menarik saat coffee break kali ini, ada audience kaum hawa yang dikerumuni rekan-rekan audience yang lain **kayak semut aja pada ngerumunin gula**.

Ketika gw ikut ke kerumunan tersebut, gw lihat ternyata perempuan yang dikerumuni itu matanya merah mengeluarkan air mata dan hidungynya kelihatan merah juga dan sedikit sesunggukan. Hmmm habis nangis kayaknya. Gw berpikir, waduh apakah karena performance gw kurang memuaskankah atau materi yang ditampilkan terlalu berat sampai tuh stress dan nangis ??

Akhirnya gw tanya, sama temen2xnya, kenapa sampai nangis ? Eh teman-temannya malah ketawa sambil bilang :"Biassa pak, urusan percintaan". "Dia diputusin sama pacarnya tadi lewat telpon pak" sambung teman yang lain. Gw langsung nyaut " Serius ??". Dan diamini oleh teman-temannya yang lain.

Duhhh kok ada-ada aja sih, kejadian pas jam gw lagi perform. But peristiwa ada audience gw yang diputusin pacarnya lewat telpon pada saat gw lagi cuap-cuap perform juga jadi salah satu hal yang gw paling inget.

But para pembaca blog gw perlu tahu, bahwa pengalaman gw belum ada apa-apanya dibandingkan sama pengalaman kolega gw yang lagi cuap-cuap performance. Ketika sedang coffee break, audience dimana kolega gw lagi cuap-cuap secara mendadak jatuh pingsan. Dan ketika dibawa ke rumah sakit akhirnya meninggal.
Tuh pasti gara-gara materi yang diperform terlalu berat, jadi pendengarnya langsung stress dan sampai ada yang meninggal dunia, begitulah "tuduhan" sesama kolega cuap-cuap.

Ternyata setelah diselidiki lebih lanjut emang audience yang meninggal tersebut punya darah tinggi. Dan temen gw yang sempat "dituduh" menjadi penyebab audience tersebut tiada, bisa merasa lega.

Waduuhhh moga-moga jangan sampai deh terjadi sama gw ada audience yang tiba-tiba koit saat gw cuap-cuap. Ngeri bo. Amit-amit jabang baby deh, jangan sampai terjadi !!! **lebay mode on**




Catatan yang punya blog :
Foto diatas gw pinjem dari http://www.free-graphics.com/clipart/Holidays/Valentines_Day/heart-break.shtml

Sabtu, 20 Maret 2010

Cerita Sekitar HP



Sambil menunggu waktu yang tepat **entah kapan** untuk melanjutkan tulisan mengenai perjalanan gw selaku backpacker setengah ke Joglosemar, maka iseng-iseng sambil nungguin kantuk yang belum hadir terbersit dari hati yang paling dalam untuk nulis tentang pengalaman pribadi penggunaan gadget yang namanya Handphone (HP)

Entah kenapa sejak pertama kali pakai HP, pilihan selalu melawan arus pasar. Dulu ketika HP merek N*ki* lagi jaya-jayanya, nggak pernah tuh beli HP merek itu. Yang ada malah pilih HP merek Sie**ns, Mot**ola dan L*. Pada saat itu, gw menyebut diri sendiri sebagai anti N*ki* minded.

Nah sekarang, ketika B* sedang laku keras, baik yang aslinya ataupun tiruan bentuknya dari China, hal yang sama terjadi lagi. Ketika HP hilang di Semarang, maka ketika cari gantinya gw cari HP yang dulu gw anti banget. Yup gw akhirnya pakai N*ki*. But pada saat itu lagi marak dan trend orang punya B*. Hampir tidak ada orang yang gw kenal yang nggak punya B*. Nah saat ini, gw menyebut anti B* minded.

Akibat pilihan melawan arus pasar itu sebetulnya punya dampak nggak enak. Bukan apa2x, karena dengan terpaksa setiap saat ketika beraktivitas diluar rumah, maka mau nggak mau yang namanya charger HP wajib hukumnya untuk selalu dibawa. Kalau sampai nggak bawa, ke kantor misalnya, maka ketika HP butuh dicharge bakalan susah cari chargernya. Hal ini udah gw alami beberapa kali terakhir di kantor, betapa susahnya cari charger N*ki*, yang ada hampir semua orang punyanya charger B*. Fuihhhh.

Ada lagi cerita pengalaman pribadi yang menarik untuk diceritakan. Jadi suatu waktu, gw ikut acara semacam seminar dimana ada beberapa orang bulenya. Seminar itu diadakan dengan model Round Table Class yang isinya 5-6 orang ** kalau di analogikan sama pelajaran sejarah ini dapat dikatakan sejenis dengan Konfrensi Meja Bundar (KMB) **. Ternyata salah satu bule itu duduklah semeja dengan gw. Seperti biasa, semeja saling memperkenalkan diri dan diikuti saling bertukar business card. Nah ketika si Bule kasih business cardnya, tertulis jabatannya adalah Deputy Director perwakilan Indonesia dari suatu lembaga keuangan salah satu negara Uni Eropa. Waduhhh suatu kehormatan nih.

Selama berlangsunya seminar dari pagi sampai sore, beberapa kali gw perhatiin si bule ini terima telpon yang masuk ke HPnya. Dari situ, ada yang membuat gw terkejut setengah mati **maap agak hiperbolik** bahwa si bule selama duduk semeja hanya mengeluarkan 1 (satu) handphone saja dan hanya satu handphone tersebut saja yang digunakan. Tidak ada handphone yang lainnya.

Kemudian gw perhatiin lebih seksama lagi HP si Bule tersebut. Kelihatan mereknya N*ki*, sama seperti HP yang gw pakai saat ini, cuma beda model. Tapi yang membuat gw lebih shock adalah HP yang dipakai si Bule adalah HP dengan spec. low end. Kelihatan kalau HPnya tidak ada kameranya, tidak ada 3Gnya, tidak ada MP3/MP4nya (karena bunyi deringnya masih jadul), dan layarnya tidak berwarna. Kalau nggak salah harga HP jenis ini di sekitar Rp 300 ribu s.d. Rp 400 ribu. Sangat beda banget dengan HP gw yang sudah ada camera, 3G dan layar berwarna dan ada memori 2 MB.

Gw coba tebak-tebak, kira2x apa yah yang menyebabkan si bule nggak pakai B*. Ada beberapa ide tebakan di kepala gw :
1. Pasti bukan karena dia nggak punya duit, wong jabatannya aja deputy director
2. Effisien kalau nggak mau dibilang pelit ** apa iya sih bule pelit ?**
3. Nggak mau direpotin oleh Gadget
4. HP nya yang sekarang dipakai merupakan HP hadiah dari orang yang dicintainya
5. Nunggu HPnya yang sekarang rusak atau hilang dulu kali yah baru mau ganti B*
6. Nih bule Orang yang anti sama negara yang buat B* dan lebih cinta buatan salah satu negara eropa karena satu rumpun

Nah temen gw, Aneka, yang saat ini bekerja dan tinggal di salah satu negara Eropa, kasih komentar di jejaring sosial gw, kurang lebih katanya : "Joe, kalau orang bule tuh umumnya Gaptek, jadi dia mungkin nggak bisa pakai fungsi HP diluar telpon dan SMS. Makanya HPnya cuma punya fungsi itu aja". Apa iya to komentar si Aneka??


Balik lagi ke gw dan HP yang gw pakai. Kemarin ada peristiwa menarik. Saat lagi memperkenalkan diri sebagai "pengamen" untuk suatu topik, ada audience yang nanya :"Sir, can I know ur B* pin ?". Waduhh, apa ini artinya emang gw udah harus menceraikan HP N*ki* dan menggantikan dengan B* **karena kebetulan yang nanya cewek :p ** ?

Ohh yah sebelum gw akhiri tulisan ini, maka bagi para jemaah pembaca, follower dan blogwalking yang nggak sengaja nyasar dan baca tulisan ini, pasti pingin tahu kenapa gw sampai saat ini belum mau pakai B*.

Perhaps some reason :

Alasan yang pertama, gw mau "sok" tampil beda;
Alasan yang kedua, gw nggak mau hidup gw jadi tergantung pada benda yang namanya gadget;
Alasan yang ketiga, gw mungkin kategori orang yang slordeh, buktinya HP gw bisa hilang di Semarang;
Alasan yang keempat (dan menurut gw paling penting), gw berharap ada seseorang yang baik hati **kalau nggak mau dikarenakan iba atau kasihan atau lagi khilaf** yang mau ngasih hadiah berupa B* ** WWW.NGAREPBANGET.COM**








Catatan atas foto :

  1. Foto diatas adalah menunjukan HP milik si Bule yang merupakan hasil jepretan penulis secara paparazi
  2. Foto tersebut di atas merupakan koleksi pribadi penulis / pemilik blog, dilindungi oleh UU Hak Cipta dan UU ITE.
  3. Dilarang menggunakan foto-foto di atas untuk aktivitas komersial kecuali atas izin penulis / pemilik blog sebelumnya dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas yang bersifat menyerang, SARA, penghinaan dan pencemaran nama baik.
  4. Apabila ingin menggunakan / memuat kembali foto-foto diatas bukan untuk tujuan komersial cukup menyebutkan sumbernya berasal dari blog ini.



Senin, 11 Januari 2010

Foto sama si Bule.....

Tulisan lanjutan dari Lho Kebonya mana ????


Hoammmm...

Bangun pagi kok masih ngantuk dan capek yah. Baru inget kalau baru tidur setelah jam 2 pagi, karena balik dari lihat kirab 1 suro. Males banget bangun dari tempat tidur. Tapi lebih males lagi gara-gara gw gagal lihat kebo kiai Slamet diarak dalam kegiatan 1 suro.

Sambil ditempat tidur gw mikir ngapain yah rencana hari ini. Yang pasti gw belum ngerasain makanan Solo yang uenak-uenak. Mungkin pagi ini diawali dengan makan soto Pak Karso yang letaknya dekat dengan Makro di Solo. Terus udah kangen sama kupat tahu Jl. Gajah Mada, Solo. Terus setelah itu ?? hmmmm ahh ntar aja kali yah dipikirin.

Sekarang gw cari pinjeman motor dulu buat keliling Solo. Gw beranjak dari tempat tidur dan terus jalan keluar kamar sebentar. Nggak ada koran pula. Jadi gw harus beli koran juga nih. Sementara itu orang yang gw mau pinjam motornya kelihatannya masih belum bangun.

Yah udah gw kembali ke kamar dan setel tivi dulu. Nonton berita dan acara infotainment yang nggak jelas.

20 menit kemudian, si pemilik kendaraan bermotor yang mau gw pinjam udah keluar kamar. Hmmm udah bangun dia. Gw buka pintu kamar terus keluar, duduk didepan kamar. Nggak lama kami ngobrol terutama membicarakan kegiatan 1 suro kemarin.

Setelah ngobrol ngalor ngidul gw sampaikan keinginan gw untuk pinjam motor.

Motor sudah di dapat. Hampir jam 9. Sekarang waktunya mandi. Selesai mandi gw panasin motor terus cabut cari makan. Tujuan pertama soto Pak Karso. Selesai makan bingung mau kemana. Akhirnya gw putusin keliling aja kota Solo. Tujuan pertama mengarah ke sekitar pasar klewer dan kraton Solo. Jalanan pagi itu masih agak sepi. Mungkin banyak warga Solo yang bangun siang hari ini karena lelah menonton kegiatan 1 suro.

Motor gw bawa mendekati lapangan (alun-alun) kraton **entah alun-alun sebelah mana**.

Dan.. lho deket kandang kebo bule kiai slamet... hmmm lho kok semua kerbau ada di luar kandang. Gw nggak pernah lihat selama ini kalau kebo itu dilepas dari kandang. Mereka semua berkeliaran di jalanan di sekitar kandang.

Segera gw pinggirkan sepeda motor dan mengambil kamera saku digital. Momen yang tidak boleh disia-siakan untuk diabadikan. Setelah ambil beberapa picture dari si kebo, kemudian si kebo mulai bergerak pindah ke sisi lain jalan. Gw kembali ke atas motor, berusaha mengikuti arah pergerakan kebo.

Gw lihat sekeliling gw, eh ternyata banyak juga motor dan mobil (yang berplat nomor non kota solo) yang berhenti melihat si kebo yang lagi di luar kandang dan juga berusaha mengabadikan momen kebo yang lagi di lepas di luar kandang.

Kebo tersebut kemudian berhenti merumput di sisi jalan yang lain. Gw segera pinggirkan dan turun dari motor. Tiba-tiba kebo-kebo tersebut bergerak ke rerumputan yang sangat dekat dengan tempat gw berhenti. Wah momen ini segara tidak disia-siakan. Gw segera ambil kamera dan dengan narsisnya berusaha memfoto diri sendiri dengan dilatarbelakangi si kebo yang jaraknya sangat dekat dengan saya. Bahkan saya berkesempata memegang si kebo ** sayang momen ini nggak bisa diabadikan**

Setelah itu gw lihat sebentar hasil jepretan diri gw sendiri. Nggak terlalu bagus ternyata hasilnya. Waduh harus minta bantuan orang lain nih buat mengabadikan momen dengan si bule. Gw lihat di 5 meter di deket gw ada bapak yang sedang mengambil gambar anaknya dengan si kebo. Gw berinisiatif mendekati si Bapak dan berkata : "Pak, saya bantu ambil foto bapak dan anak bapak dengan si kebo, nanti setelah itu gantian bapak yang foto saya dengan kamera saya". Si Bapak setuju dan mengangguk dengan gembira.

Gw bantu si Bapak dan anak itu berfoto bersama dengan latar belakang si bule, kemudian gantian setelah itu si Bapak mengambil foto diri gw dengan latar belakang yang sama.

Gw lihat hasil jepretan si Bapak... Wah lumayan .. jauh lebih baik dari usaha gw untuk memfoto diri gw sendiri bersama si kebo ** makanya gw nggak upload di blog cerita ini**

10 menit kemudian, si bule dipanggil untuk masuk kembali ke kandang.

Gw meninggalkan lokasi, untuk segera mencari makan siang.

Btw, kekecewaan gw gara-gara nggak bisa lihat si kebo bule waktu kirab 1 suro cukup terobati sudah.



Nyambung lagi nanti ya....


  1. Foto-foto tersebut di atas merupakan koleksi pribadi penulis / pemilik blog, dilindungi oleh UU Hak Cipta dan UU ITE.
  2. Dilarang menggunakan foto-foto di atas untuk aktivitas komersial kecuali atas izin penulis / pemilik blog sebelumnya.
  3. Apabila ingin menggunakan / memuat kembali foto-foto diatas bukan untuk tujuan komersial cukup menyebutkan sumbernya berasal dari blog ini.


Minggu, 10 Januari 2010

Lho Kebonya mana ????

ini cerita lanjutan dari Backpacker setengah : keberangkatan ke solo city

Jadi setelah gw beristirahat dengan cukup dan nyenyak di Solo, sore menjelang malam harinya, paman dan bibi gw datang ke tempat gw bermalam. Kami kemudian ngobrol ngalor ngidul dengan Fer, orang semarang yang telah tinggal dengan keluarga kami di Solo selama lebih dari 15 tahun. Sampai pada akhirnya obrolan mengenai rencana untuk nonton arak-arakan 1 suro yang paling malam, karena dari awal saya ingin nonton kebo bule. Sesuai informasi dari si paman, arak-arakan biasanya akan keluar dari keraton pada pukul 12 malem dan sudah harus masuk kembali ke keraton sebelum subuh. Berdasarkan hal tersebut, maka si paman menyarankan agar kalau mau nonton lebih baik berangkat dari rumah jam 11 malem dan mencari titik terdekat yang keberangkatan yaitu di kawasan depan kantor pos besar Solo (Dekat kawasan nggladak).

Lebih lanjut, si paman menceritakan bahwa biasanya arak-arakan ini paling ditunggu warga Solo, karena si Kebo bule hanya diarak keliling kota Solo setahun sekali pada saat 1 suro. Kebo bule itu dinamai Kiai Slamet, dan dipercaya memiliki kekuatan tertentu. Pada saat kerbau ini diarak, banyak orang yang menunggu disepanjang jalan di kota Solo yang akan dilalui kerbau tersebut. Bahkan terdapat kepercayaan bahwa apabila pada saat berlangsungnya arak-arakan tersebut si Kerbau membuang kotoran, makan kotoran tersebut dipercaya dapat memberikan berkah, sehingga menjadi rebutan. Istilahnya adalah ngalap berkah.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi dipinggir kanan dan kiri jalan yang dilalui, banyak sekali orang yang telah menunggu diemperan trotoar.... sangat banyak laki, perempuan, tua, muda, anak-anak dan orang dewasa.. beserta kendaraan bermotor. Padahal jalur jalan tersebut baru akan dilalui arak-arakan sekitar jam 2 pagi (atau 3-4 jam dari waktu saya berangkat menuju lokasi). Mereka menunggu sambil makan lesehan di emperan toko dipinggir jalan. Ya, memang pada saat 1 suro ini juga banyak pedagang yang bermunculan menyediakan aneka makanan.

Perjalanan menuju lokasi ternyata sangat tidak diharapkan sesuai rencana. Jalan Slamet Riyadi Solo yang merupakan salah satu urat nadi kota solo macettt totalll tidak bergerak. Bahkan motor pun tidak dapat bergerak. Sepanjang jalan slamet riyadi seluruh trotoar sudah diduduki para warga yang sangat berharap ingin menonton, sedangkan pinggiran jalan menjadi tempat parkir kendaraan bermotor. Bau asap knalpot sudah tidak tertahankan.

Oleh karena Jl. Slamet Riyadi tidak dapat bergerak sama sekali, kami mencoba melalui jalan "tikus" menuju lokasi. Tapi ternyata warga dimana jalan "tikus" tersebut akan dilalui telah mengantisipasi dengan menutup portal sehingga motor tidak dapat masuk. Kami terus berputar-putar mencari jalan alternatif, sampai akhirnya kami dapat sampai mendekat ke tempat tujuan. Motor kami parkir kurang lebih 200M dari lokasi perempatan kantor pos Solo.

Lokasi di perempatan kantor pos solo sangatttt padat. Semua motor roda dua bercampur dengan penonton memenuhi jalan selebar kurang lebih 10-12 meter (6 jalur). Sangat padat. Padahal ini masih 45 sampai 30 menit lagi dari arak-arakan tersebut keluar dari Keraton Solo.

Kami berempat berusaha merangsek ke depan, mencari posisi yang lebih baik. Seluruh posisi yang lebih tinggi dari badan jalan telah diduduki oleh para warga yang sangat antusias. Pot semen pembatas jalan penuhhh dengan orang-orang. Kami akhirnya maju sampai titik yang kami mampu. Masih 20 menit lagi sebelum arak-arakan keluar dari keraton. Sungguh sangat padat. ** Sesuai informasi suasana kepadatan Solo di tahun baru kalah sangat jauh bila dibandingkan suasana kepadatan di malam 1 suro**

Karena sangat padatnya, berdesakan dan berjubelnya manusia di titik perempatan kantor pos solo, tentu harus masing-masing jaga keselamatan dan keamanan masing-masing. ** Gw sendiri ngamanin dengan sangat ekstra dompet, Hp dan kamera digital**. Hal ini menyebabkan perhatian jadi terbagi-bagi.

Akhirnya iring-iringan yang dibuka oleh voorider **bener nggak nulisnya ? ** mobil polisi. Masyarakat yang sudah melihat lampu dan sirine merangsek dari belakang untuk maju lebih dekat, sementara yang didepan tertahan oleh aparat keamanan yang membuat pagar betis untuk memberi jalan pada arak-arakan dan terus meminta masyarakat mundur dari jalur arak-arakan. Gw terjepit ditengah-tengah, dengan kegiatan yang terbagi antara tangan pegang HP, kamera saku dan kantung bagian belakang celana tempat naruh dompet. Hhhhmmm udara solo malam itu cukup panas, akibatnya dengan berjubelnya manusia makin membuat terasa panas bagi gw yang terjepit ditengah-tengah. Semakin lama semakin panas, dan kini udara malam bercampur dengan bau asap knalpot dan aroma keringat dari masyarakat yang berjubel. Gw lihat sekeliling mengarah ke atas, buset deh, seluruh atap gedung pun telah diduduki oleh masyarakat, termasuk atap gedung kantor pos Solo.

Voorider mulai lewat tepat didepan gw, dan masyarakat semakin menggila. terus merangsek ke depan, sementara didepan aparat keamanan mendorong ke belakang. Gw harus dan terus mempertahankan diri agar tidak terjatuh dan kehilangan barang-barang yang gw bawa malam itu. Gw terjepit. Sial. Gw nggak bisa ngelihat arak2xkan barisan depan.. yang kelihatan hanya kilatan lampu sirene vorrider. Gw berusaha maju ke depan untuk melihat si kebo bule yang katanya ada diarakan paling depan. Ohhh, tetap nggak keliatan. Kebo-nya mana ????

Yang kelihatan sama gw cuma :
  1. ndase wong liyo
  2. ndase wong liyo sing nganggo helm
  3. punggunge wong liyo
  4. brutu ne wong liyo
**maap para pembaca kalau kasar... soalnya emang kesel dan mangkel**

Aseeeemmmmm... gagal deh jauh-jauh dari Jakarta..

Setelah iring-iringan terus berjalan sampai mulai giliran abdi dalem keraton, mulai tumpukan massa mencair perlahan. Gw baru bisa merangsek lebih kedepan lagi dan mengabadikan momen kirab tersebut. Tapi tetep saja gw tidak pernah bisa masuk ke barisan paling depan. Terpaksa mengabadikan dengan cara "membabi buta", tangan diangkat setinggi-tingginya dan klik sana sini HP dan kamera digital yang dibawa.

Ada kejadian aneh pada saat akan mengabadikan dengan menggunakan fasilitas video recording dari HP, tiba-tiba memoriku hang. Arrrggggghhhh..... untung saja fasilitas kamera pada HP masih jalan.

Semakin lama kepadatan dan kerumunan massa semakin cair. Di barisan kirab paling belakang, gw liat ada cewek bule dengan berpakaian adat jawa lengkap ikut dalam kirab, yang tidak berapa lama kemudian keluar barisan. Hmmm maksud hati pingin liat kebo bule yang diarak, ternyata yang gw liat malah cewek bule yang ikut kirab....

Kamipun kemudian pulang..... tetap macet... Gw kecewa..... nggak bisa liat kebo bule...



Bersambung..........





  1. Foto-foto tersebut di atas merupakan koleksi pribadi penulis / pemilik blog, dilindungi oleh UU Hak Cipta dan UU ITE.
  2. Dilarang menggunakan foto-foto di atas untuk aktivitas komersial kecuali atas izin penulis / pemilik blog sebelumnya.
  3. Apabila ingin menggunakan / memuat kembali foto-foto diatas bukan untuk tujuan komersial cukup menyebutkan sumbernya berasal dari blog ini.


Sabtu, 02 Januari 2010

Backpacker setengah : keberangkatan ke solo city

Ini salah satu dari sedikit detail tulisan lanjutannya Backpacker setengah ke Joglosemar di http://joeoflife.blogspot.com/2009/12/backpacker-setengah-ke-joglosemar.html. Bagian ini bercerita tentang keberangkatan gw dari Jakarta ke Solo.

Jadi gw ceritanya dari jakarta mau liburan akhir tahun dengan kota tujuan pertama adalah kota Oslo eh salah kota Solo. Tadinya sih mau naik pesawat, tapi karena niatannya mau jadi backpacker setengah nanti kalau naik pesawat nggak bisa disebut backpacker lagi dong. Akhirnya diputuskan lah naik Kereta Api (KA) Eksekutif. Pesen 3 hari sebelum keberangkatan dan eng ing eng Kereta Api Eksekutif ke Solo sudah habis, maka sebagai upaya alternatif dicarilah tiket ke Jogjakarta untuk nantinya lanjuk ke Solo dan ternyata dapat juga KA Taksaka.

Berangkat dari Jakarta langsung cabut setelah pulang kerja ke Stasiun ngGambir, nunggu lama di Stasiun tsb. tiba-tiba terdengar bunyi : "teng tong teng ting" (yah kurang lebih begitulah bunyinya).

Kemudian diikuti suara merdu announcer perempuan "Kepada para penumpang Taksaka, dengan ini kami beritahukan bahwa Kereta Api Taksaka tujuan Jogjakarta dengan keberangkatan pukul 20.53 keberangkatannya DITUNDA kurang lebih satu jam lagi, karena ada permasalahan teknis, saat ini kereta Taksaka sedang diperiksa di stasiun Manggarai"
**Gw dalam hati : nih suara announcer emang merdu tapi announcementnya nyesekin gw. Gw khan udah pengen molor di kereta !!!**

Jam 21.50 terdengar kembali bunyi "teng tong teng ting" dilanjutkan suara yang sama dari announcer perempuan tadi "Kepada para penumpang Taksaka, diperkirakan baru akan tiba di Gambir sekitar 10 menit lagi" **Gw dalam hati : duh lama-lama makin sakit kuping gw denger suara si mbak announcer ngasih pengumuman ini**

Jam 22.10 terdengar kembali "teng tong teng ting" kemudian terdengar suara announcer kali ini laki-laki ** mungkin udah lewat jam 9 malam shiftnya ganti, siapa tahu udah beres KA-nya** yang berkata "Pengumuman, kepada para penumpang Taksaka, kereta Taksaka tujuan Jogja akan diberangkatkan 10 menit lagi dari stasiun Manggarai" ** Gw dalam hati : buseett dari tadi 10 menit terus, habis itu baru akan lagi diberangkatkan, kapan pastinya dan nyampenya niy ??**

Singkat cerita kereta baru berangkat sekitar jam setengah sebelas malam.

Begitu di dalam kereta gua langsung molor. Sampai di Jogja telat satu setengah jam dari jadwal. Kalau gitu makan pagi sekalian aja dulu di Stasiun Tugu.

Selesai makan pagi lanjut jalan dari Jogja ke Solo naik KA Diesel Pramex (inget bukan Paramex, kalau itu obat). Pramex merupakan singkatan dari Prambanan Express. Harga tiketnya kalau nggak salah Rp 8.000,-. Naik KA Pramex sampai di Stasiun Balapan, turun naik taksi menuju tempat berteduh. Istirahat dulu sebelum kegiatan utama nanti malam.

Oh ya, hari dimana gw sampai di solo adalah 1 hari sebelum perayaan tahun baru Islam. Biasanya di Solo sebelum tahun baru Islam ada perayaan khusus berupa arak-arakan dari Kraton Solo. Ada dua jenis arakan dalam menyambut tahun baru Islam yaitu pertama arak-arakan benda pusaka yang diarak setelah magrib dan arak-arakan kedua pada pukul 24.00 arak-arakan Kerbau Bule dan abdi dalam Kraton. Gw lebih tertarik nonton arak-arakan yang kedua karena mau nonton kebo bule di arak, meskipun sesuai informasi arak-arakan yang pertama (benda pusaka) juga cukup seru dan ramai.

Hal lain kenapa kota Solo jadi tujuan adalah makanan... yup makanan kota solo selalu ngangeni. Variatif dan terasa nikmat di lidah gw. Pokoknya temanya kalau di solo memah biaklah.

Okeh untuk sementara gw beristirahat dulu karena capek baru sampai Solo. Ntar malem jam 24.00 khan mau nonton arak-arakannya. Nanti cerita seru mengenai arak-arakan setelah gw istirahat.

Tidur dulu yah.


Mengko Enek Sambungane ** yang artinya To be Continued**



Foto berasal dari website: http://infoka.kereta-api.com/galeri/index_galeri.php?profil_name=Taksaka&main_img=/galeri/Taksaka/Taksaka_eksterior2.jpg&note_main=h

Jumat, 01 Januari 2010

Resolusi & kontemplasi di tahun baru


5, 4, 3, 2, 1..... Selamat tahun baru para pembaca dan blogger.

Tahun baruan pada kemana niy ? pasti ada yang party, jalan di kemacetan kota, teriup terompet dsbnya.

Nah Joe, loe sendiri kemana ? Gw.... Hmmm tidurlah.. capek soalnya habis jadi backpacker setengah.
Setelah sampai rumah akhirya ngebales dendam deh dengan istirahat ditempat tidur. Tapi tenang aja, dalam tidur gw kebetulan mimpinya tentang tahun baru, jadi hitung-hitung tetap ngerayain tahun baru meski dalam mimpi. Oh ya dalam mimpi itu, gw ceritanya ditanya sama temen gw "Joe apa resolusi buat tahun baru ?"

Entah dari mana kata "Resolusi" itu lekat dengan tahun baru. Gw sendiri kurang familiar dengan resolusi di tahun baru. Kalaupun ada kata yang mirip soundingnya dengan kata resolusi yang gw kenal adalah terkait dengan istilah teknis mengenai ketajaman / kejelasan suatu gambar dalam bentuk elektronik. Lebih jauh gw lebih mengetahui dan menyukai kata resoles yang sounds lebih yummy dibanding dengan resolusi di tahun baru ** maap kalau jaka sembung naik ojeg, tapi ini emang kenyataan sejujurnya**

So jadi kalau mau dicari arti bebas sebebasnya menurut gw terkait resolusi di tahun baru itu adalah bicara mengenai target di tahun yang baru. Berdasarkan pengalaman. bila bicara target sebetulnya nggak usah dikaitkan dengan perayaan tahun baru segala, karena secara otomatis gw sebagai pekerja secara rutin tiap ganti tahun baru dikasih target yang juga baru. Target di tempat kerja itu istilahnya "Key Performance Indicator" atau disingkat KPI, istilah yang jauh lebih keren dari pada "Resolusi".

Karena sudah otomatis dipaksa punya Resolusi ditempat kerja, maka sebetulnya tidak harus di tahun baru ini membuat resolusi. Bagi gw pribadi, menghadapai tahun baru lebih memilih untuk kontemplasi atau rekleksi, yang bisa dilakukan dimana saja, even dibawa ke alam mimpi sekalipun.

Untuk tahun ini sekalian menjalani libur akhir tahun sengaja kontemplasi pribadi cari tempat yang sedikit agak sepi. Pilihan dijatuhkan kepada tujuan Kerep Ambarawa. Tempat yang nyaman, tenang buat melakukan kontemplasi.

Setelah kontemplasi terus apa dong ? nah itu terserah pribadi masing-masing.

**Oh ya buat yang nggak ngerti istilah kontemplasi gw cuma bilang cari kamus besar bahasa Indonesia dan lihat disitu artinya, soalnya kalau gw jelasin disini nanti takutnya dianggap tulisan ini adalah mata pelajaran bahasa Indonesia**

Tapi kayaknya boleh juga tahun ini (2010) agar dapat tampil beda, gw coba buat resolusi, sederhana aja kali yah... hmmm apa yah :
  • Resolusi pertama, gw pingin ganti foto profile blog ini.
  • Resolusi kedua, gw pingin berusaha untuk nge-delete-in file sms yang jumlah totalnya nyaris 8.000-an serta foto-foto yang udah nggak diperlukan dari HP gw, cause sekarang HP gw sering ngehang nggak jelas dan kalau start-up bisa 10 menitan karena memorynya hampir habis.
  • Resolusi ketiga, gw pingi update-an blog ini bisa lebih banyak dari tahun lalu. Moga-moga bisa.
  • Resolusi keempat, gw pingin **********censored*******
  • Resolusi kelima, gw pingin ********censored*******
  • Resolusi keenam, gwpingin ********censored*******
  • Resolusi ketujuh, gwpingin ********censored*******
  • Resolusi kedelapan, lho kok jadi banyak, perasaan tadi katanya sederhana dan nadanya gw khan nggak gitu care sama resolusi ? stop ! stop ! stop ! deh kalau gitu.

Note : maap untuk resolusi yang disensor diucapkan di dalam hati saja, biar gw dan Tuhan aja yang tahu **cara ngeles kalau gagal biar nggak malu **

Nah sekarang kita laksanakan resolusi yang pertama dulu, udah pada liat khan profile picture di blog ini diganti. Lumayan satu resolusi tercapai sudah.

At the end and btw, para pembaca dan blogger sudah berkontemplasi dan sudah buat resolusi belum ??



Foto diambil dari web free picture download di : http://www.bigfoto.com/sites/galery/fireworks/firework-night-8x.jpg

Kamis, 31 Desember 2009

Backpacker setengah ke Joglosemar


Liburan akhir tahun 2009 kali ini iseng-iseng jadi backpacker setengah. Tujuannya adalah wilayah joglosemar. Buat yang nggak tahu apa itu joglosemar, monggo cari di Prof. Google yah. Kenapa dipilih joglosemar sebagai tempat utama adalah karena di wilayah ini sebetulnya banyak yang bisa dieksplorasi baik makanan, tempat bersejarah, tempat wisata, tempat ziarah. Bahkan kayaknya masih merasa belum semua tempat bisa dilihat sampai puas.

Btw, pasti bingung khan dengan judul istilah backpacker setengah.
Ini karena dalam perjalanan liburan pakai tas backpack besar (biasa buat naik gunung katanya) yang bisa setinggi kepala sampai pinggang, cuma sejatinya backpacker katanya harus ada rasa nggak nikmat (kalau nggak mau dibilang sengsara) dalam melakoni perjalanan, yaitu antara lain:
  1. naik kendaraan atau angkutan yang murah (kalau nggak mau dibilang kelas ekonomi atau kluthuk class) dan
  2. penginapan juga murah yang artinya selain harga murah tanpa AC (Air Conditioner) tapi cukup pakai ac (angin celah) dan juga nggak boleh tuh ada hot water buat mandi.

Oh yah ketika sedang melakoni liburan dengan style backpacker (setengah) ada seorang teman yang tahu kalau gua lagi backpackeran dan sms begini : "joe, loe itu khan pejabat, masa seh liburan kok backpackeran. Pejabat nggak pantes lagi".

Emang sih temen yang sms ini ada benarnya, karena jelek-jelek begini gw khan pejabat RT, tapi khan cuma pejabat RT, nggak pengaruh apa2x. Lagian pula, temen yang sms itu sebetulnya setengah kecele kalau tahu fakta dan cerita yang terjadi, yah itu tadi karena sebetulnya cuma backpacker setengah.

Fakta dan ceritanya yang terjadi mengenai backpacker setengah adalah sebagai berikut sodara-sodara:

  1. Sejak berangkat dari jakarta naiknya Kereta Api kelas eksekutif Taksaka, begitu pula dengan kepulangan kembali ke Jakarta tetep naik Kereta Api kelas eksekutif Argodwipangga. Angkutan kelas ekonomi yang gw naikin adalah saat dari Solo ke Semarang yaitu Kereta Api (KA) Pandanwangi (yang pasti kalau mau coba jangan harapkan bertemu dengan wangi (bau) pandan yah... jauh bo). Tiket KA Pandanwangi murah meriah cuma Rp 13.000,-. Sesuai jadwal KA Pandanwangi sekitar 2 jam 30 menitan lah. Namun sesuai kata pepatah ada harga ada rupa, yang terjadi KA Pandanwangi baru sampai semarang sekitar 4 jam. Gimana nggak wong tiap ada bangunan yang namanya stasiun KA Pandanwangi pasti berhenti. Karena kapok tidak on schedule, maka pulang ke solo diputuskan tidak lagi naik KA naik travel Cipaganti yang baru buka rute baru di Joglosemar dengan harga tiket Rp 40.000,-. Kendaraan umum kelas ekonomi lainnya yang digunakan adalah bus umum jurusan Semarang ke Ambarawa yang cuma Rp 6.000,-
  2. Nah sekarang cerita penginapan. Selama menjalani ritual perjalanan backpacker di joglosemar penginapannya yang digunakan adalah rumah keluarga sodara dan penginapan yang ada AC-nya. Di rumah sodara selain pakai AC juga bisa mandi pakai air anget, ada dispenser ada kulkas. Waduh, bener-bener bukan backpackerlah untuk penginapan.

Untuk sementara itu dulu prolognya, dan cerita lanjutannya secara detail akan dilanjutkan nanti. Sekalian alasan biar ada bahan buat update isi blog ini. So tunggu saja cerita selanjutnya.



Source photo of central java map taken from http://www.indonesia-tourism.com/central-java/map/index.html